fbpx

Artikel Bisnis Digital

UNCTAD telah bermitra dengan DHL untuk memberdayakan perempuan dalam e-commerce

Universitas Amikom Purwokerto, Kampus IT dan Bisnis Digital Banyumas, Jawa Tengah.

Kemitraan ini akan membantu meningkatkan keterampilan pengusaha digital perempuan dan memfasilitasi akses ke perdagangan global.

© © 2020 insta_photos / Shutterstock | Warehousemen memindai kode batang pada kotak pengiriman e-niaga.

Inisiatif eTrade for Women UNCTAD bekerja sama dengan Deutsche Post DHL Group, pemimpin dalam logistik internasional, untuk membantu perempuan mengatasi beberapa hambatan perdagangan digital global.

Akses yang tidak memadai ke logistik perdagangan yang andal dan terjangkau adalah salah satu tantangan terbesar yang dihadapi banyak bisnis e-commerce di negara berkembang, menurut studi UNCTAD baru-baru ini.

Hambatan-hambatan ini sering mempengaruhi lebih banyak pemilik bisnis perempuan daripada laki-laki karena mereka cenderung kurang memiliki akses ke pengetahuan, pendanaan, dan dukungan.

“Kolaborasi dengan DHL ini akan memungkinkan kami untuk melanjutkan dialog publik-swasta dan membangun ekonomi digital yang lebih komprehensif,” kata Shamika N. Sirimanne, Kepala Teknologi dan Logistik di UNCTAD.

“Perempuan memainkan peran penting dalam e-commerce, sehingga peningkatan partisipasi perempuan akan berdampak signifikan terhadap pembangunan,” tambah Sirimanne.

Kemitraan ini mendahului E-Commerce Week 2022 UNCTAD, sebuah forum global untuk membahas tantangan dan peluang terkait e-commerce dan ekonomi digital.

Dukungan yang ditargetkan untuk wanita di negara berkembang

Sebagai pilot, dua pemilik usaha kecil yang tergabung dalam komunitas eTrade for Women berpartisipasi dalam seleksi program fellowship DHLGoTrade GBSN pada tanggal 5 April.

Mereka adalah Sophia Candi, yang menjalankan bisnis bunga di Ekuador, dan Edith Tiaryu, yang menjual dekorasi dan aksesoris rumah Afrika di Afrika dan Eropa dari Kamerun.

Program 12 bulan memberikan pelatihan, pendampingan, dan keterampilan bisnis baru untuk meningkatkan manajemen bisnis secara keseluruhan, termasuk menyediakan Candi dan Tiariu dengan dukungan logistik untuk menjangkau pasar baru.

“Ini adalah kesempatan bagus untuk menghubungkan orang-orang dan meningkatkan kehidupan mereka,” kata Steven Pope, kepala GoTrade untuk Deutsche Post DHL Group.

“Kemitraan dengan UNCTAD meningkatkan pengaruh kami dengan memungkinkan bisnis milik perempuan untuk meningkatkan akses ke pasar global dan menjadi pemimpin dalam perubahan masyarakat.”

Upaya bersama eTradeforWomen dan Deutsche PostDHL Group diharapkan dapat memperluas skema fellowship dan memberi manfaat lebih banyak bagi pengusaha digital perempuan di negara-negara berkembang selama beberapa tahun ke depan.

Inisiatif eTrade for Women didanai oleh Belanda dan Swedia.

Mahasiswa Jurusan Bisnis Digital Universitas Amikom Purwokerto

Info Bisnis Digital

Hari
Jam
Menit
Detik

Pendaftaran Jalur Gelombang 1 (Satu)