SDM Unggul dan Berdaya Saing di Era Industri 4.0

Manajemen Sumber Daya Manusia adalah sebuah proses dalam mengelola sekelompok manusia
dalam sebauh organisasi dengan tujuan akhir yaitu mengembangkan kemampuan dari pekerja
untuk mencapai tujuan, terutama visi dan misi organisasi. Sudah tak asing lagi bahwa SDM yang
mempunyai skill dan daya saing di era global bakal memiliki jalan yang mudah dalam menemukan
perkerjaan, walaupun semuanya itu akan kembali melihat ke personal dan kompetensi yang
dimiliki. Kompetensi berkaitan dengan kemampuan ataupun kapasitas yang akan ditonjolkan,
sebagai pembeda antar individu. Connectivity yaitu menghubungkan kompetensi personal ke
target audiensi. Jadi, tantangannya adalah membuat jalan serta memastikan jalan tersebut memang
bisa digunakan oleh kompetensi kita untuk mencapai target audiensi.
Pertumbuhan ekonomi digital yang sangat pesat tentunya harus diimbangi dengan supply talent
handal di bidang digital. Inovasi dan pelatihan yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi
dapat dilakukan sebagai akselerator peningkatan kualitas SDM, sehingga menciptakan SDM yang
unggul dan berdaya saing global. Kehadiran teknologi dalam mendukung SDM yang handal akan
menjadi pemanfaatan yang terstruktur dalam mendapatkan SDM yang berkualitas secara terukur,
efektif, dan efisien.
Era Industri sekarang tidak seperti era industri pada zaman dahulu, sekarang setiap individu
mengharuskan memiliki kemampuan yang tidak hanya di satu bidang, contohnya memiliki skill di
bidang digital marketing juga harus dibarengi dengan skill komunikasi dan analisis yang kuat.
Dalam perusahaan kualitas SDM sangat menjadi patokan dalam mencapai target yang telah
disusun sebagai report bagi perusahaan untuk melihat kemajuan seluruh elemen. Dengan memiliki
SDM yang baik akan menjadikan kinerja perusahaan menjadi maksimal secara efisien dan
terstruktur. Siklus revolusi yang terus berjalan mengharuskan setiap SDM mempunyai sikat
tanggap dan cekatan dalam memperoleh informasi dan berkembangya aspek di segala bidang.
Tantangan yang ada di dalam negeri dan dunia dibutuhkan sebuah pemikiran baru yang bisa
dibilang out of the box.
Pada revolusi dunia digital akan muncul teknik-teknik yang berkaitan dengan perencanaan SDM
yang dimana sebuah organisasi akan mempraktikan teknik yang terbaru dalam menjalankan dan
mengelola suatu bidang seperti perencanaan karyawan, pelatihan, pemberian finansial dan
tunjangan, serta reward berdasarkan penilaian kerja. Peluang yang terjadi di revolusi ini memang sangat
banyak, terlebih dalam peningkatan mutu SDM agar bersaing secara global, namun perlu diketahui
juga bahwa tantangan juga ada seperti lonjakan pengangguran, kompetisi manusia dengan mesin
yang terbaru, dan tuntutan bagi pekerja yang semakin melonjak tinggi dimana tantangan utamanya
adalah bersaing dengan teknologi. Tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi menjadi makanan
sehari-hari kita baik dalam melakukan aktivitas, maupun dalam bekerja. Keberlanjutan dari dunia
digital adalah, akan tergantinya beberapa bidang pekerjaan yang dilakukan oleh manusia ke
digitalisasi program. Dampak yang terjadi adalah minimnya keterlibatan manusia dalam dan
terjadinya pemutusan hubungan kerja karena alasan efisiensi, bertambah cepatnya proses produksi, hingga alasan-alasan yang lain. Oleh sebab itu keunggulan bersaing harus selalu diperhatikan dan ditambah untuk terus mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki.

Opini mahasiswa prodi Bisnis Digital angkatan 2020 Universitas Amikom Purwokerto

Al Bakhri Fajar Nur Fadillah (20SB1003)

dan mudahnya distribusi massal dari produk yang dihasilkan. Kompetensi SDM dalam
mengintegrasikan skill dalam lini produksi dalam menggunakan teknologi informasi perlu
diperhatikan. Perusahaan diharapkan memiliki SDM yang memiliki skill dan dapat berkolaborasi
dengan teknologi digital, robot, mesin, karena walaupun beberapa lini akan tergantikan dengan
mesin, namun pengembangan dan proses pengamatan akan tetap membutuhkan SDM.
Pada intinya semua hal yang berhubungan dengan kemampuan dan kemauan dalam bekerja dan
exchange process merupakan inti pokok dalam memotivasi kerja pegawai. Manajer SDM harus
memastikan bahwa pegawai memiliki kemampuan yang sesuai dengan pekerjaan yang dijalankan
dan mengetahui pekerjaan apa yang akan dijalankan oleh pegawai tersebut. Kemudian hasil kerja
dari para pegawai harus dianalisa, kemudian memberikan motivasi kepada pegawai dan
mengambil strategi yang optimal dalam memperbaiki kinerja dan kemauan dalam mengerjakan
jobdesk.
Sebagai contoh dalam penerapan pekerjaan di lingkungan perusahaan, sebagai orang yang bekerja
di bidang SDM, kita harus mengetahui kapasitas setiap pegawai maupun calon pegawai yang akan
diberikan jobdesk di bidang yang berkaitan. Individu yang memiliki experience lebih banyak di
suatu bidang tentunya akan mendapatkan poin plus untuk bisa meyakinkan HR dalam proses
perekrutan pegawai. Terlepas dari itu bagi kita yang belum memiliki cukup pengalaman, tidak
masalah, karena beberapa perusahaan akan menyiapkan training dan pelatihan untuk
menambahkan skill pada setiap pegawai yang ada di perusahaan. Konsep dan trik harus dibuat
secara matang oleh pihak SDM dalam mengembangkan setiap potensi yang ada pada setiap
pegawai untuk mendapatkan hasil yang optimal demi keberlangsungan hidup perusahaan, baik di
internal maupun external sebagai cara untuk melakukan kolaborasi dengan perusahaan lain untuk
menghasilkan profit yang diinginkan. Selain dari individu yang harus mencari kegiatan untuk
mengasah hard skill dan soft skill untuk menghadapi persaingan SDM di era Industri 4.0,
pemerintah juga harus turut berkontribusi dengan membuat konsep atau pelatihan yang ditujukan
untuk masyarakat yang masih kurang dalam pemahaman teknologi.
Terkait hal tersebut, kualitas dan kuantitas SDM dalam bidang TIK akan menjadi faktor yang
dominan untuk dapat bertahan dalam persaingan dunia kerja dan bisnis di era industri 4.0.
Berdasarkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika dan Informasi dan
Komunikasi publik (Puslitbang Aptika-IKP) Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan
Informatika diperkirakan dibutuhkan 129.465 SDM di bidang TIK pada tahun 2020. Kebutuhan
tersebut tersebar dalam delapan sektor usaha besar di Indonesia. Dalam era ini beberapa posisi
yang paling banyak dibutuhkan adalah Full Stack Programmer dengan perkiraan jumlah 35.172
SDM dan Data Analyst Big Data Scientist dengan perkiraan jumlah 21.705 SDM. Fakta ini terjadi
karena seiring dengan berkembangnya teknologi digital merupakan, sehingga dapat dimanfaatkan
oleh pasar kerja untuk mengisi dunia kerja dengan memasarkan dirinya sesuai dengan kompetensi
yang dibutuhkan dengan memanfaatkan bursa kerja di pasar virtual.