fbpx

Artikel Bisnis Digital

Industri penerbangan mengalihkan fokus ke digital

Universitas Amikom Purwokerto, Kampus IT dan Bisnis Digital Banyumas, Jawa Tengah.

Chaitanya Pandit

Sektor penerbangan telah menyaksikan inovasi besar dan kemajuan teknologi yang meluas selama beberapa tahun terakhir, dan momentum ini meningkat setelah pandemi.

Pandemi telah mengubah cara penumpang check-in, naik, dan turun di pesawat selama penerbangan. Dari memesan tiket hingga mengumpulkan umpan balik pasca-penerbangan, titik kontak digital telah ditambahkan ke seluruh perjalanan penumpang. Maskapai telah berevolusi selama masa-masa sulit ini dan teknologi digital terintegrasi untuk pengalaman yang mulus dan mulus.

Chatbot menjadi lebih populer karena asisten virtual ini secara efisien dan langsung menyelesaikan berbagai pertanyaan pelanggan terkait pemesanan, perubahan, dan pembatalan. Ini telah secara signifikan mengurangi volume panggilan dari seluruh pusat panggilan. Self-bag drop adalah inovasi non-kontak yang telah digunakan para tamu di bandara metro selama beberapa tahun terakhir, dan fasilitas ini semakin banyak dipilih di tengah pandemi.

Perluasan layanan

Kami sedang berupaya untuk menambahkan layanan ini ke bandara lain yang beroperasi. Konter check-in tradisional, yang dibuka dua jam sebelum keberangkatan, kini digantikan oleh fasilitas web check-in yang tersedia. Pernyataan kesehatan oleh penumpang.

Lebih dari 90% tamu maskapai dapat dengan mudah check-in menggunakan fasilitas ini. Anda dapat memilih prioritas check-in, layanan bagasi dan boarding, makanan, kelebihan bagasi, pemilihan kursi, dll. sebelum check-in dan membayar penerbangan Anda.

Fokus utamanya adalah mengotomatisasi beberapa tugas manual untuk meningkatkan efisiensi operasional maskapai. Maskapai memperoleh sekitar 90% dari total pendapatan mereka melalui antarmuka pemrograman aplikasi digital (API) yang banyak digunakan di sektor distribusi maskapai.

Teknologi cloud terutama digunakan untuk menyediakan opsi hosting server yang hemat biaya, ketersediaan layanan yang tinggi yang menggabungkan kemampuan zona ganda dan bencana.

Banyak maskapai sedang mengerjakan migrasi aplikasi bisnis penting ke cloud. Chatbots pindah ke bot suara untuk memberikan sentuhan manusia digital.

Program Digi Yatra yang diluncurkan oleh regulator India akan segera diterapkan di sektor penerbangan India di semua bandara. Program ini dirancang untuk meningkatkan sistem identifikasi penumpang otomatis selama setiap titik kontak perjalanan penumpang di seluruh bandara. Tujuannya adalah untuk mengurangi isyarat di setiap titik kontak, sehingga meningkatkan waktu penyelesaian.

Penulis bertanggung jawab atas sistem TI dan merupakan iklan untuk AirAsia India.

Diterbitkan ke

3 April 2022

Mahasiswa Jurusan Bisnis Digital Universitas Amikom Purwokerto

Info Bisnis Digital

Hari
Jam
Menit
Detik

Pendaftaran Jalur Gelombang 1 (Satu)