fbpx

Artikel Bisnis Digital

COVID-19 menyebar 1.000 kali lebih mungkin dari partikel udara daripada di permukaan: pelajari

Universitas Amikom Purwokerto, Kampus IT dan Bisnis Digital Banyumas, Jawa Tengah.

Menurut sebuah penelitian, orang 1.000 kali lebih mungkin terinfeksi COVID-19 dari partikel virus di udara yang dihirup daripada dari permukaan yang mereka kontak.

Para peneliti di University of Michigan (UM) di Amerika Serikat mengumpulkan sampel udara dan permukaan selama program pemantauan lingkungan di kampus dari Agustus 2020 hingga April 2021.

Diterbitkan minggu lalu di Journal of Exposure Science & Environmental Epidemiology, penelitian ini meneliti ruang publik seperti ruang kelas, ruang latihan, kafetaria, pemandian, pusat kebugaran, gedung siswa, ventilasi dan saluran udara.

“Risiko infeksi permukaan adalah seperseribu dari infeksi udara,” kata Chuanwu Xi, seorang profesor kesehatan masyarakat di UM.

“Juga, jumlah total kasus di kampus secara signifikan lebih tinggi pada minggu-minggu dengan sampel lingkungan positif daripada pada minggu-minggu non-positif,” kata Xi dalam sebuah pernyataan.

Untuk sampel udara, Xi dkk Menggunakan sampler bioaerosol siklon berdinding basah yang menggunakan pompa untuk menarik udara dalam jumlah besar dan menangkap partikel virus di udara.

Di permukaan, peneliti menggunakan kit kapas. Secara keseluruhan, antara Agustus 2020 dan April 2021, peneliti mengumpulkan 256 sampel atmosfer dan 517 sampel permukaan.

Mereka memiliki tingkat positif masing-masing 1,6% dan 1,4%, dan kemungkinan infeksi sekitar 1 per 100 paparan aerosol S-CoV-2 melalui penghirupan, permukaan yang terkontaminasi dalam skenario simulasi.Ditemukan sekali dalam 100.000 kali dari.

Peneliti mengatakan penelitian dilakukan selama blokade kampus universitas, sehingga tidak ada sampel yang dikumpulkan di tempat yang ramai, dan beberapa sampel hanya diambil ketika ada beberapa orang.

“Hasil kami adalah tambahan yang berharga untuk pemahaman kami tentang penyakit menular dan upaya mitigasi selama pandemi ini dan membantu mempersiapkan wabah penyakit pernapasan di masa depan dengan mekanisme penularan yang serupa.” Kata Rick Nichel, profesor kesehatan masyarakat di UM.

“Ini adalah lapisan lanjutan lain untuk menilai rute transmisi utama dan mengidentifikasi ruang fisik berisiko lebih tinggi, dan langkah-langkah pengendalian di ruang tersebut adalah untuk mengurangi penyebaran virus. Ini penting dan lebih efektif,” tambah Neitzel.

Mahasiswa Jurusan Bisnis Digital Universitas Amikom Purwokerto

Info Bisnis Digital

Hari
Jam
Menit
Detik

Pendaftaran Jalur Gelombang 1 (Satu)